Tim TNI AD Menang Telak, Panitia Tidak Terima

295

Lomba menembak yang diadakan di Australia yang diberi judul AUSTRALIAN ARMY SKILL AT ARMS MEETING (AASAM) menjadi ajang lomba yang menarik perhatian dunia.

Dimana dalam perlombaan tersebut Indonesia berhasil melumat Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa lainnya. TNI AD berhasil mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan pada perlombaan tersebut.

Dengan perolehan yang mencolok ini penitia lomba menjadi sewot atau tidak terima. Mereka meminta agar senjata buatan Pindad yang digunakan oleh tim Indonesia dibongkar karena dituduh membuat kecurangan.

Dalam keterangannya Kepala Staf AD, Jend.Gatot Nurmanto, mengatakan tentang sewotnya panitia lomba tersebut. “Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata kami,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan panitia Jend.Gatot menolak permintaan panitia lomba untuk membongkar senjata-senjata yang dipakai perwakilan TNI AD.

Jend.Gatot mengatakan kepada panitia jika senjata yang digunakan TNI harus dibongkar maka ia juga meminta semua senjata peserta yang ikut dalam perlombaan tersebut juga ikut dibongkar.

Selain itu Jend.Gatot juga membantah tentang isu yang berkembang bahwa peserta lain dalam lomba tersebut sengaja mengalah untuk Indonesia.

Jend.Gatot menjelaskan bahwa kehormatan negara juga kesatuan militer menjadi taruhannya dalam perlombaan itu jadi sangat tidak mungkin dan mustahil ada perwakilan negara yang pura-pura kalah dan mempertaruhkan harga diri negara dan persatuan militer mereka.

“Apakah Marinir Amerika Serikat mau mengalah dalam lomba menembak? Tentu tidak,” ujarnya.

Selain Jend. Gatot, salah seorang anggota kontingen TNI AD, Sersan Dua Misran, juga membenarkan akan sewotnya panitia lomba dan tentang kecurigaan mereka atas keberhasilan TNI AD.

Australia dan negara peserta lainnya juga merasa kaget melihat keberhasilan perwakilan Indonesia yang berhasil memborong medali emas itu.

Menurut Misran, panitia dalam lomba tersebut curiga Indonesia membuat kecurangan dalam spesifikasi pistol G2 dan senapan serbu SS2 V4 buatan PT. Pindad Persero yang dipakai personel TNI AD tersebut.

“Padahal spesifikasi kami sama dengan senapan M-16 buatan Amerika Serikat yang dipakai juga di lomba itu,” Serda Misran.

TNI AD Dalam menurunkan 14 prajurit terbaiknya dalam lomba ini, mereka berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis (Kostrad).

Lima staf dan dua tenaga ahli dari PT Pindad juga ikut serta menemani 14 prajurit TNI AD.

Keahlian para prajurit indonesia memang di atas mereka para peserta lomba dan tidak dipungkiri mereka telah membawa nama baik Indonesia di mata dunia.

Seperti KOPASUS yang dimiliki Indonesia adalah termasuk salah satu yang disegani oleh dunia. Semoga mereka selalu bisa membawa nama baik Indonesia dan memberi keamanan dari ancaman ancaman luar.

Hidup TNI!

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.