Berita Dan Info Unique

Teknologi Baru: Mengisi Baterai HP Dengan Urin

71

Teknologi dewasa ini memang telah berkembang dengan pesat. Banyak temuan-temuan yang dulu dianggap mustahil kini sudah bisa diwujudkan.

Dan teknologi akan terus semakin berkembang dengan adanya terobosan-terobosan terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Setelah diciptakannya handphone atau telepon seluler, kebutuhan sesuatu yang mobile semakin meningkat. Ini berbanding lurus dengan kemajuan zaman yang semakin modern.

Dengan banyaknya pengguna telepon seluler, permintaan akan kekuatan baterai pun kini semakin tinggi. Seperti kita ketahui handphone-handphone yang kini beredar di pasaran dikuasai penuh oleh ponsel pintar atau smartphone.

Smartphone sendiri sejatinya menguras daya sangat cepat. Ini dikarenakan salah satunya oleh penggunaan aplikasi dan data yang sangat intensif.

Dulu kekuatan baterai smartphone sangat kecil. Seiring dengan kemajuan zaman dan peningkatan spek dari smartphone itu sendiri, kekuatan baterai HP pun semakin bertambah.

Belum lagi dengan adanya aksesoris penambah daya seperti power bank untuk kemudahan me-recharge baterai HP tanpa perlu adanya colokan listrik. Jadi HP bisa langsung diisi dayanya on the go, lebih praktis.

Tapi baru-baru ini sedang dikembangkan sesuatu yang lebih ekstrim lagi. Yaitu pengisian baterai dengan menggunakan urin!

Mungkin hal itu masih terdengar mustahil untuk kita orang awam. Tetapi sesungguhnya tim peneliti di University of the West of England, Bristol, Inggris, sudah menemukan teknologi tersebut.

Teknologi wearable (bisa dipakai) ini bisa dibilang aneh, karena dapat mengubah urin menjadi listrik dengan adanya bantuan sel bahan bakar mikroba dan gerakan ketika kita berjalan.

Cara kerja alat ini adalah dengan mengalirkan urin melalui serangkaian tabung dalam kaus kaki sementara sel bahan bakar mikroba akan mengubahnya untuk menghasilkan listrik.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu peneliti, Heather Luckarift, “Ada ledakan dalam elektronik yang dapat kita pakai, dan kemampuan untuk membuat sel bahan bakar biologis yang fleksibel sehingga kita dapat mengambil aplikasi ini ke tahap selanjutnya.”

Sampai saat ini masih menjadi pertanyaan bagaimana nanti pengaplikasian cara tersebut untuk dapat dipakai oleh pengguna/konsumen (end user) mengisi kembali baterai.

Bentuk alatnya pun masih belum dirilis resmi ke publik. Semoga dalam waktu dekat pengaplikasian teknologi tersebut sudah dapat dirasakan oleh masyarakat.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.