Polisi Tembak Polisi

215

Penggerebekan markas narkoba di Deliserdang, Sumatra Utara, menyebabkan seorang polisi Ibda A. Tanjung tertembak di bagian kiri perutnya.

Peristiwa ini bermula saat tim Sat. Narkoba Polres kota Medan menggerebek kawasan pasar 6 kecamatan Medan Labuhan.

Saat penggerebekan dilaksanakan sejumlah warga berusaha menghalang-halanginya dengan membawa batu, balok bahkan senjata tajam, polisi terkepung oleh warga yang jumlahnya ratusan orang.

Dalam keadaan terkepung tersebut salah satu anggota polisi berusaha mengeluarkan pistol untuk membubarkan warga namun nahas saat pistol baru keluar dari sarungnya tiba-tiba pistol tersebut meletus karena terhalang oleh warga yang berdesakan.

Seorang polisi yang diketahui bernama Ibda A. Tanjung yang juga rekan sesama polisi tersungkur dengan luka tembak dibagian kiri perutnya.

Tidak hanya Ibda A. Tanjung yang mengalami luka pada penggerebekan tersebut, salah satu polisi lainnya yang belum diketahui namanya juga terluka akibat lemparan batu yang dilakukan oleh warga.

Kedua polisi itupun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk diberikan perawatan.

Erwin, seorang petugas IGD Rumah Sakit Haji Medan, membenarkan adanya 2 orang anggota kepolisian yang dirawat di rumah sakit tersebut, Selasa (19/1/16).

“Ada dua polisi yang luka dan dilarikan ke sini. Yang luka tembak bernama Tanjung, seorang lagi yang terkena lemparan batu, saya enggak tau namanya,” ungkapnya.

Karena luka yang dialami oleh A. Tanjung dianggap serius, akhirnya A. Tanjung pun dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan untuk bisa mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Walaupun dalam penggerebekan itu mendapat perlawanan dari warga, namun pihak kepolisian berhasil mengamankan kurang lebih 8 orang yang diduga sebagai bandar narkoba.

Ke delapan orang tersangka itupun digiring ke Polresta Medan untuk diproses lebih lanjut.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.