Melahirkan, Leher Jabang Bayi Putus

231

Farida Hanum seorang ibu warga desa Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, Minggu (10/1/2016) kehilangan nyawa anak yang dilahirkannya saat melakukan persalinan yang ditangani oleh bidan, sebut saja DS.

Awalnya Farida merasakan sakit pada perutnya dan setelah diperiksa bidan DS diketahui bahwa bayi yang ada dalam kandungannya sudah saatnya lahir ke dunia.

Mulanya Farida beserta keluarga tidak mau melakukan persalinan di rumah sakit dan meminta DS untuk memberikan bantuan persalinan tersebut.

Dengan dibantu oleh bidan DS, proses persalinanpun dilakukan, dalam proses persalinan tersebut leher sang jabang bayi terputus dan kepalanya terpisah dari badan bayi. Tak ayal lagi badan bayi itupun masih berada di dalam perut Farida tanpa kepala.

Karena DS tidak memiliki alat yang memadai, Farida pun dilarikan ke RSU Abdul Manan Simatupang guna mengeluarkan badan bayi tersebut.

Menurut keterangan Amirudin (keluarga Farida), awalnya mereka tidak mengetahui kejadian mengerikan tersebut. Insiden ini diketahui keluarga setelah salah seorang anggota keluarga Farida mencuci pakaian bekas persalinan.

Betapa terkejutnya mereka saat menemukan kepala bayi di dalam pakaian tersebut.

“Awalnya kami nggak tau bayinya udah meninggal. Bidannya bilang masih dalam proses menunggu,” ungkap keluarga Farida saat di mintai keterangan oleh seorang wartawan di Asahan pada Senin (11/1/2016).

Kejadian inipun segera dilaporkan oleh warga desa Aek Tarum ke kepolisian setempat. Pihak kepolisianpun sigap dan segera melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Empat orang yang diperiksa dan telah ditetapkan sebagai saksi dalam kasus mengerikan ini mereka adalah DS selaku bidan yang menangani proses persalinan, RS dan M tetangga, juga B (35) suami korban.

Kapolres Asahan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurut Tatan ini sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengetahui apakah prises persalinan yang dilakukan oleh bidan tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang ada atau menyalahinya.

Selain itu pihak kepolisian juga masih menunggu hasil visum yang akan digunakan sebagai bukti di pengadilan.

Dr.Binsar Sitanggang SPOG dari RSUD HAMS Kisaran yang menangani korban mengungkapkan kejadian seperti ini (terpisahnya kepala dari badan) biasanya terjadi akibat tersangkutnya bayi pada bahu janin sehingga bayi tidak bisa dikeluarkan (lahirkan) setelah kepala janin tersebut keluar.

“Kasus tersebut dinamakan Distosia Bahu, biasanya terjadi pada kasus bayi besar,” ungkap Binsar.

Kemungkinan bayi tersebut sudah meninggal di dalam kandungan sekitar 3 hari sehingga menyebabkan tubuh bayi menjadi rapuh.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.