Ilmuwan Membuktikan Kebenaran Al-Qur’an Tentang Semut Berbicara

296

Tentu Anda tahu kisah tentang Nabi Sulaiman dari kitab suci. Nabi Sulaiman adalah salah satu nabi dan rasul yang wajib diimani. Beliau adalah anak Nabi Daud, raja bani Israel yang termahsyur mengalahkan raksasa Jalut (Goliath).

Nabi Sulaiman diberi keistimewaan oleh Allah memiliki kebijaksanaan, dan menjadi raja bagi makhluk lain (jin dan binatang). Makanya Nabi Sulaiman mampu menundukkan bangsa jin dan berkomunikasi dengan bangsa binatang.

Disebutkan kisahnya dalam Al-Qur’an kalau Nabi Sulaiman bisa mendengar perkataan semut. Dalam salah satu surat diceritakan Nabi Sulaiman sedang melintasi suatu jalan yang terdapat segerombolan semut. Semut-semut tersebut berbicara dan terdengar oleh Nabi Sulaiman.

Ketika bala tentaranya melewati jalan tersebut, terdengar satu semut berbicara memperingatkan gerombolan teman-temannya agar segera masuk ke dalam sarang karena takut terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman.

Seperti terungkap dalam QS. An-Naml ayat 18 ini:
“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

Tentu dengan keistimewaan yang dimiliki Nabi Sulaiman, hanya beliau yang dapat mendengarnya sementara bala tentaranya tidak.

Sebagai umat yang beragama kita wajib mempercayai kisah tersebut karena tercantum dalam firman Allah. Namun bagi yang tidak mempercayainya mungkin kisah tersebut hanya dianggap dongeng belaka.

Bagi mereka yang tidak mempercayainya, keyakinan mereka mungkin akan berubah setelah mengetahui penemuan terbaru para ilmuwan ini.

Penelitian para ilmuwan

Science Magazine terbitan 6 Februari 2009 lalu mengeluarkan artikel hasil penelitian baru para ilmuwan perihal tentang semut yang berbicara. (Baca juga semut dapat mendeteksi sinyal kematian di sini)
semut berbicaraSecara tidak langsung hasil penelitian mereka membuktikan kebenaran kisah yang tertuang dalam Al-Qur’an.

Diungkapkan dalam majalah tersebut bahwa dengan kemajuan teknologi audio yang sudah canggih memungkinkan untuk para ilmuwan meneliti perilaku semut yang ternyata rutin berbicara satu sama lainnya.

Sebagian besar semut memiliki semacam papan alami dan plectrum yang ada pada perut mereka yang bisa mengeluarkan suara untuk media saling berkomunikasi antar sesama mereka.

Penelitian dilakukan oleh ilmuwan dengan menggunakan mikrofon dan juga speaker mini yang canggih. Peralatan tersebut dimasukkan ke dalam sarang semut.

Dalam penelitian tersebut didapatkan hasil kalau ratu semut yang terdapat dalam sarang dapat mengeluarkan perintah/instruksi kepada semut pekerja lainnya.

Kemampuan semut ini membuat para ilmuwan keheranan. Yang lebih membuat takjub lagi ternyata kemampuan berbicara ini juga tidak hanya dimiliki oleh semut saja. Terkuak jika serangga lainpun memiliki kemampuan ini.

Dengan menggunakan sinyal kimiawi, kupu-kupu besar Rebel dan puluhan ribu serangga lainnya mulai menirukan kemampuan semut ini.

Empat jenis senyawa kimia yang digunakan

Terdapat 4 jenis senyawa kimia yang digunakan oleh semut. Menurut “Encyclopedia of Entomology” milik John L. Capinera, disebutkan 4 senyawa kimia tersebut adalah:

  • Hexanal: zat ini digunakan untuk menarik dan membangunkan perhatian mereka.
  • Hexanol: membuat semut bersiaga dan berlarian mencari sumber masalah.
  • Undecanone: ketika dipancarkan akan menarik semut ke sumber bahaya dan mulai menggigit segala objek yang dekat.
  • Butyloctenal: zat untuk meningkatkan agresi dan mereka siap untuk mengorbankan diri.

Demikian hasil penelitian para ahli, ternyata apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an dapat dibuktikan oleh sains modern. Dengan hasil ini tidak perlu lagi ada keraguan sedikitpun akan firman Allah swt dan hendaknya bisa mempertebal keimanan kita semua.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.