Ilmuwan Kelas Dunia Dari Indonesia

249

Siapa bilang Indonesia tidak mempunyai ilmuwan yang jenius? Mungkin karena terlalu banyak pemberitaan di media tentang masalah korupsi dan kemiskinan jadi menghalangi pencapaian-pencapaian hebat putra-putra bangsa ini.

Belum lama ini muncul pemberitaan tentang seorang asal Kediri yang bernama Khoirul Anwar. Dia adalah penemu teknologi Long Term Evolution (LTE) atau yang biasa disebut dengan 4G LTE. Walaupun teknologi ini sudah lama diterapkan di Eropa tapi baru pada 2014 lalu Indonesia mulai mengadopsinya.

Dan yang membanggakan adalah pemegang paten dari teknologi itu berasal dari Indonesia.

Sebelum Khoirul Anwar orang pasti sudah kenal dengan seorang BJ Habibie. Mantan presiden Republik Indonesia yang ketiga ini adalah seorang yang jenius. BJ Habibie menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak hingga mendapat julukan sebagai Mr. Crack.

Banyak industri penerbangan di berbagai negara memakai rumus penemuan Habibie tersebut, termasuk oleh NASA di Amerika Serikat.

Yang terbaru ini adalah ilmuwan jenius matematika asal Tasikmalaya. Pria kelahiran 8 Oktober 1974 ini bernama Yogi Ahmad Erlangga.

Dia menjadi terkenal dan jadi buruan para konglomerat yang berkecimpung dalam bisnis minyak dunia. Tak hanya para konglomerat itu, universita besar dunia pun ikut memburu kehadirannya di kampus-kampus mereka untuk sekedar memberikan kuliah umum. Belum lagi para media juga ikut memburunya untuk memasukkannya dalam acara-acara talkshow mereka.

Penemuan apa sebenarnya yang membuat dirinya begitu diburu dan dinanti banyak orang?

Pria yang pernah melanjutkan kuliah doktoralnya di Belanda ini ternyata adalah pemecah rumus matematika Persamaan Helmholtz. Persamaan yang sangat sulit dipecahkan oleh ilmuwan-ilmuwan dunia selama 30 tahun ini.

Riset yang menghabiskan dana 6 milyar ini akhirnya berbuah manis. Kesuksesannya memecahkan Persamaan Helmholtz mendapat ucapan selamat dari universitas-universitas di Eropa, Amerika dan Israel sekaligus mencengangkan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rumus yang dipecahkan Yogi sangat bermanfaat sekali dalam bidang penerbangan, industri radar, kapal selam, aplikasi pada laser, penyimpanan data dalam Blue Ray Disc, dan ilmu yang berkaitan dengan gelombang elektromagnetik.

Belum lagi jika diterapkan dalam eksplorasi minyak bumi. Dengan rumus itu mereka dapat 100 kali lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi melalui gelombang elektromagnetik yang dipantulkan dari perut bumi dengan akurasi yang sangat tinggi.

Dengan penemuan spektakulernya ini, Yogi menolak untuk mematenkan hasil temuannya. Walaupun jika dipatenkan ia akan mendapat uang yang banyak sekali, Yogi tetap pada pendiriannya untuk membuat temuannya terbuka untuk siapa saja yang menggunakannya (open source).

Baginya uang atau penamaan temuan (Erlangga Equation jika mau dipatenkan) bukanlah segalanya. Yogi beranggapan jika temuannya tersebut dipatenkan akan menghambat perkembangan ilmu pengetahuan kedepannya.

Yogi yang selalu shalat 5 waktu di masjid ini berharap dengan penemuannya bisa lebih mengangkat Indonesia di mata dunia internasional.

Post Terkait

1 Komen
  1. soim berkata

    BRAVO INDONESIA…..

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.