Hoax Tangan Robot Iron Man Ciptaan Tawan Bali

249

Fenomena tangan robot ciptaan Tawan warga Bali yang disebut-sebut sebagai Iron Man Indonesia ternyata tidak berjalan mulus.

Seperti yang sudah Unique|NEWS beritakan pada Rabu (20/1/16) yang lalu tentang seorang laki-laki bernama Tawan, Si Iron Man Indonesia, pria asal Bali yang telah berhasil menciptakan tangan robot yang bisa dikendalikan dengan otaknya.

Berita itupun menjadi viral di berbagai media sosial dan menghebohkan netizen, dengan kehebohan tersebut menarik minat beberapa ahli dalam bidang tersebut untuk melihat video tentang tangan robot yang diciptakan oleh Tawan.

Mereka ragu dengan berita tersebut alasannya adalah tangan robot yang diciptakan Tawan ini menggunakan barang-barang bekas dan menciptakannya juga hanya dengan berbekal keilmuan yang diperoleh saat Sekolah.

Padahal banyak ahli yang juga membuat tangan robot membutuhkan dana besar dan peralatan yang canggih-canggih.

Dengan keraguan tersebutlah beberapa pakar meneliti dan memperhatilan video yang sudah menjadi viral di media sosial dan lainnya. Merekapun mengaku menemukan kejanggalan-kejanggalan setelah melihat video tangan robot ciptaan Tawan itu.

Salah satu dosen yang mengajar di Teknik Otomasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Syamsiar Kautsar, mengatakan bahwa ia juga pernah membuat tangan robotik.

Yang menjadi pertanyaannya adalah tentang proses pembacaan sensor pada otak manusia. “Prosesnya tentulah akan sangat sulit, dan tidak bisa semudah itu,” kata Syamsiar, dikutip dari VIVA (22/1/16)

Selain itu ia juga mempertanyakan tentang penggerak siku tangan robot tersebut, dimana di tangan robot tersebut tidak ditemukan motor penggerak yang seharusnya ada untuk menggerakkan siku tangan.

Menurut Syamsiar selama ia mengamati foto-foto juga videonya ia hanya menemukan gear box yang ada pada tangan robot tersebut.

Yang membuatnya bingung juga adalah ia tidak menemukan sumber kompresi udara yang seharusnya ada pada piston. Gerakan yang dilakukan robot tidak mungkin dilakukan secara langsung.

Karena pada penemuan awal biasanya gerakan sebuah robot akan sangat kaku dan terkesan patah-patah. Terlebih lagi tidak terlihat adanya penghubung tangan robot itu dengan sumber listrik.

Selain Syamsiar beberapa netizen juga mencoba ikut menganalisa kebenaran tangan robot ciptaan Tawan itu, seperti M. Asad Abdurrahman melalui akun Facebooknya ia meng-upload foto perangkat robot tersebut.

Menurut Asad di foto itu sangat jelas kelihatan kalau tangan robot itu hanya perangkat palsu dan hoax.

“Di kanan bawah ada USB port, untuk apa pakai port begituan? Lalu di samping USB port itu ada port audio pink dan hijau.. Ngapain ada port audio? Buat denger mp3 dari tangannya? Ini sudah kelihatan kalau dia hanya ambil bagian dari motherboard komputer.. Lalu port itu berdiri sendiri tanpa koneksi ke sirkuit apapun,” tulis Asad.

“Juga perhatikan papan sirkuit (PC di kiri atas).. PCB itu sudah butek minta ampun, artinya itu rongsokan yang dia ambil dari tempat sampah, bukan buatannya sendiri.. Dari PCB itu kelihatan ada port PS/2 berwarna putih, jadi teridentifikasi PCB itu dari suatu device yang terkoneksi ke PC..” lanjutnya.

“Yang jelas.. saya salut pada orang ini… dia berhasil membual dan banyak yang percaya…” ungkap Asad pada akhir kalimat yang ia share melalui akun Facebooknya.

Netizen lain bernama Neko Daisuki juga melakukan analisa dengan sebuah video, dikutip dari Bidhuan.com (21/1/16), menurut akun yang bernama Neko Daisuki kejanggalan kejanggalan yang ada di antaranya:

“1. Persendian lengannya masih bisa dibilang longgar, keliatan waktu dia lagi masang lengannya. Tapi lucunya respon ke pergerakan tangannya cepat + pasti (ga salah-salah gerak). Ini ga mungkin. Ibarat tarikan motor yang rantainya kendor sama yang pas. Pasti ngerti lah maksud saya.

2. Gear nya banyak di luar, bisa dibongkar pasang. Ajaib, gerakannya cepat + leluasa. Yang lebih ajaib lagi, gear nya ga lepas…

3. Pergerakan tangannya terlalu biologis. Sedangkan dimana-mana yang namanya benda mekanis itu gerakannya masih kaku. Banyak jeda pergerakan walaupun cuma beberapa milidetik. Bahkan asimo yang didevelop langsung oleh orang-orang ahli dengan sarana mendukung pun, gerakannya juga masih bener-bener terasa kayak robot kan? Nah dia saya lihat di bagian-bagian akhir video, gerakannya leluasa banget persis tangan asli.

4. Sensor otak? HAHAHA bahkan perusahaan-perusahaan teknologi besar aja, dengan sarana yang benar-benar mendukung untuk riset ke teknologi ini, masih belum mampu. Bahkan untuk teknologi sensor-sensoran kaya gini ini ruang lingkupnya udah nanotech. Ga bakalan bisa dibikin secara DIY. Gak akan pernah bisa… Apalagi pake rongsokan.

5. Dan ngomong masalah sensor, sensor yang udah ada di seluruh smartphone sekarang: accelerometer, masih butuh waktu untuk baca sinyal bahwa hpnya dipake secara landscape (dari sebelumnya: portrait). Padahal ini sensor sederhana, ga pake sinyal-sinyal frekuensi tertentu. Asli sensor untuk baca fenomena alam, masih butuh waktu beberapa mili detik untuk ganti mode ke landscape setelah hapenya diputar. Bahkan teknologi ini pun udah dikembangkan langsung sama ahli nya, sarananya mendukung, duitnya mendukung. Lah ini duit ga ada, sarana ga ada, pengetahuan mendalam tentang ini juga ga ada. Eh udah bisa nangkep “sinyal otak” tanpa lag?
Barusan liat lagi videonya dan makin kesini makin yakin kalo ini 100% HOAX hahaha.

6. Itu katanya tangannya lumpuh dari lengan atas. Berarti seharusnya gear-gear nya udah dimulai dari bahu. Dan disana kayanya hampir ga ada gear persendian sama sekali. Padahal disana bagian paling vital. Persendian di bahu ke lengan atas itu perputarannya hampir 180 derjat secara 3D (ga cuma 2 arah). Lah, kok dia di bagian sana kosong? Ga keliatan ada susunan gear yang rumit? Padahal lengan atasnya leluasa banget lho itu…

7. Ini bisa dibilang exoskeleton. Tapi ga ada batang besi/logam bener kuat yang menopang lengan atas + lengan bawah dengan kuat yang berfungsi sebagai tulang seperti namanya.

8. Ternyata jarinya juga bisa gerak! Bisa genggam batang logam! Tapi masih ga ditemukan tulang-tulang mekanis buat diikat ke jari-jarinya. Malah cuma ada sarung tangan longgar yang ga tau itu dalamnya kayak apa.

9. Kayaknya ga ada baterai atau semacamnya. Anggap deh “sinyal otak” ini beneran berfungsi, tapi itu cuma buat kontrol, bukan sebagai power supply. Nah itu kok bisa hidup? Bisa gerak? Dispenser yang fungsi nya buat panasin air aja masih harus dicolok ke listrik kan?

Saya bukannya gak mendukung kreatifitas, saya cuma nggak mau terbawa eforia tapi ternyata semu. Ini beda sama mobil listrik kemarin, yang itu dia emang punya ilmu di bidang itu, karya nya pun sesuai sama siapa dia sebenernya.

Tapi ini terlalu banyak kejanggalan. Lagian teknologi kayak gini udah banyak di luar negeri kok. Tapi kalo ga salah sumber sensornya ke saraf, bukan ke otak.

Gimanapun juga, lengan “robot” ini terlalu fantasi untuk jadi realita. Bahkan kalo boleh jujur, JARVIS nya Iron Man terasa jauh lebih masuk akal.

Kkarena JARVIS itu basic teknologinya AI, armor Iron Man pun berfungsi berdasarkan gerakan tangan si Stark, sensor gerakan di setiap kaki sama tangan untuk nambah kekuatan + daya tahan, tapi roket laser, missile dan segalanya itu emang masih jauh dari logika hahaha (LOL)”

Dari analisa Neko ini ada seseorang yang ikutan komentar dengan nama akun Arga Aditya, ia berprofesi sebagai seorang dokter yg sering menangani penyakit stroke dan kelemahan anggota gerak.

Ia mendukung analisa Neko dengan mengatakan,
“1. Proses motorik menggerakan tangan itu merupakan masalah neurologis yg kompleks. Tidak bisa diselesaikan oleh “sensor” seperti itu. Butuh sensor yang bisa menerima semua sinyal saraf dari berbagai arah seperti halnya pada pemeriksaan EEG.

2. Alat tersebut adalah exoskeleton. Jika dilihat dari desain alat tersebut, alat tersebut hanya dibuat untuk mengangkat bahu dan lengan saja. Tetapi pada video ini terlihat jari-jari lengannya masih bisa bergerak bebas. Seharusnya jika lengannya betul lumpuh atau mengalami kelemahan otot, jari-jarinya juga harusnya mengalami lumpuh atau kelemahan otot, tapi pada kasus ini tidak.

3. Teknologi saat ini yg mendekati alat gerak otomatis adalah adalah i-limb dari Amerika yg bekerja dengan mencari sinyal saraf dari otot, bukan dari otak. Dan juga produk eksobionic yg bekerja menopang tubuh.

4. Masalah exoskeleton ini masih sangat diteliti oleh para ilmuwan di seluruh belahan dunia. Riset terakhir adalah pada jurnal medis bulan januari 2016.”

Mendengar kabar tentang tudingan bahwa tangan robot ciptaannya itu hanya hoax, Tawan pria tamatan STM ini tidak mau ambil pusing.

Ia berpendapat kemungkinan para netizen pada iri melihat apa yang sudah ia ciptakan itu. Apalagi si pembuat tangan robot itu hanya seorang pekerja rongsokan yang tak berpendidikan.

Tawan hanya pasrah mendengar kabar tentang para netizen yang menggunjing karyanya yang ia rancang sejak bulan Oktober 2015 lalu, ia mengaku tidak keberatan jika karyanya itu harus dicoba untuk membuktikannya.

“Terserah orang menuding saya bohong atau ngarang, yang terpenting tangan robot adalah karya sendiri. Dan, hasil rancangan ini mampu menemani diri saya saat mencari nafkah untuk istri, dan tiga orang anak,” pungkas Tawan.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.