Bocah Umur 7 Tahun Ini Sudah Harus Bekerja Dan Mengurusi Ayahnya yang Cacat

210

Di zaman yang sudah modern ini tak terbayangkan jika ada anak kecil yang mengurusi orang tuanya. Tapi kejadian ini benar-benar ada di China.

Pada usia yang sangat muda, 7 tahun, Yanglin sudah harus bekerja dan belajar pada saat yang sama, sembari mengurus ayahnya yang cacat.

Ou Tongming, 37, mengalami kecelakaan pada saat bekerja. Dia jatuh dari sebuah situs konstruksi pada tahun 2013 lalu, dan luka-lukanya sangat parah.

Dia menderita patah tulang rusuk, patah tulang belakang dan sumsum tulang belakang. Dia menjadi lumpuh dari pinggang ke bawah, membuatnya tidak mampu bekerja lagi.

Setelah hampir satu tahun, Tongming tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dan membuat istrinya meninggalkan dia. Istrinya meninggalkan dia membawa serta putri mereka yang masih berumur 3 tahun, membuat dia dan anaknya yang satu lagi tak berdaya.

Sekarang, setiap hari Yanglin selalu bangun jam 6 pagi untuk memberi makan dan mengobati luka ayahnya sebelum pergi ke sekolah. Tongmin terpaksa harus berbaring selama bertahun-tahun, karena infeksi lukanya sudah menyebar ke rongga panggul nya.

Setelah makan dan mengobati luka ayahnya, Yanglin kemudian bergegas ke sekolah. Yanglin masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Ketika waktu makan siang tiba, dia makan dahulu sebelum bergegas pulang untuk memberi makan ayahnya. Yanglin mengatakan dia tidak bisa hidup tanpa ayahnya, dia menunjukkan cintanya dengan bekerja dan belajar keras untuk masa depan mereka.

Di desa Wangpu di provinsi Guizhou, China, dalam perjalanan pulang Yanglin mengumpulkan barang rongsokan yang masih bernilai dan menjualnya untuk ditukar dengan uang sebesar 20 Yuan.

Tongmin tidak memiliki penghasilan lain kecuali uang 300 yuan dari bantuan santunan pemerintah setiap bulannya. Untungnya, beberapa tetangganya baik hati dan sering memberikan makanan dan kebutuhan lainnya pada keluarga tersebut.

Ada saat-saat dimana ayah Yanglin ini berpikiran ingin bunuh diri saja, sehingga tidak membebani anaknya yang masih kecil itu lagi. Pikiran itu muncul akibat rasa frustrasinya. Tapi melihat seberapa keras anaknya bekerja untuk dia, dia bilang dia tidak tahan melihat anaknya yatim.

Kini Tongmim bertekad untuk bertahan demi anaknya. Pengorbanan dan bakti yang luar biasa dari seorang anak yang sungguh mencintai orang tuanya. Kisah yang sungguh menyentuh dan inspiratif ini patut dijadikan contoh.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.