Berhenti Sekolah Menciptakan Pesawat

144

george pembuat pesawatPendidikan yang tinggi adalah salah satu syarat yang biasanya harus dimiliki oleh seseorang untuk dapat menciptakan karya spesifik. Hal itu juga bisa untuk menunjang pengetahuan tentang karya yang akan ia ciptakan tersebut, tapi tidak bagi pria asal Sudan ini.
Walaupun putus sejak SMA dia mampu menciptakan karya yang menakjubkan dari semangat yang dia miliki.

George adalah pria yang sekarang ini baru berusia 23 tahun asal Sudan yang memiliki cita-cita sejak dirinya masih kecil untuk bisa menerbangkan pesawat. George selalu berusaha dan berencana setelah lulus SMA nanti akan meneruskan ke pendidikan yang lebih tinggi dan mengambil studi untuk menjadi pilot.

Tapi harapannya tersebut pupus setelah ayahnya meninggal waktu dia sedang mempersiapkan ujian SMAnya, karena ayahnyalah yang membiayai sekolah dan menghidupi keluarga. George pun tidak bisa melanjutkan sekolah lagi setelah kepergian ayahnya.

George menuturkan yang dikutip BBC pada Sabtu 21 Februari 2015 lalu, “Waktu masih kecil, saya ingin bisa terbang seperti burung. Saya naik ke atap rumah, menggunakan kain tirai serta lembaran besi dikedua tangan juga sebagai sayap. Saya lalu melompat, kakiku nyaris patah.”

George tidak patah semangat, walau pendidikannya terpaksa tidak bisa dilanjutkan akan tetapi semangat dan kemauannya untuk bisa menerbangkan pesawat sangat tinggi. Dia berusaha mengerjakan proyek kecil-kecilan untuk membuat pesawat yang akan digunakannya sendiri.

Setelah melakukan penelitian George pun mulai rajin membeli sebagian alat-alat atau komponen untuk pembuatan pesawat, dia berkeliling Juba untuk mendapatkannya juga membeli mesin yang akan bisa menghidupkan pesawat kecilnya itu.

Dengan kesabaran dan ketelatenan juga semangat yang tinggi pesawatpun berhasil ia ciptakan. Yang ada di benaknya hanyalah ia bisa menerbangkan dan segera menyelesaikan pesawatnya tersebut, dia tidak peduli walau pada tahun 2013 kemarin Sudan mengalami perang saudara.
Saat itu George hanya di kamar mengerjakan proyek pembuatan pesawatnya tanpa menghiraukan orang-orang yang pergi mengungsi untuk menyelamatkan diri mereka.

Setelah pesawat kecil itu selesai dikerjakannya George punya tekad untuk menunjukkan hasil karyanya tersebut kepada Angkatan Hawa Sudan Selatan.

Pihak Angkatan Hawa Sudan Selatan menerimanya dan menanggapinya dengan positif, dan pada akhirnya George di tempatkan pada bagian IT di Angkatan tersebut. Salah satu harapannya saat ini adalah membuat pesawat drone yang bisa untuk menyemprot tanaman para petani.

Post Terkait

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.